Category Archives: Pena Pemikiran

Satu kata… Akal…

Pemuda adalah…

Rapat, bagai satu bangunan yang kokoh

Pemuda adalah Ibrahim
Yang dengan kampaknya menebas leher paganisme
Yang dengan kekuatan argumentasinya menghancurkan
keseimbangan sang tiran
Yang dengan kecerdasannya menemukan hakikat
kebenaran dibalik rahasia alam semesta
Yang dengan keberaniannya menundukkan panasnya bara api
Yang dengan keteguhan imannya mengarungi sahara yang tidak bertuan
Yang kecintaan pada rabb-nya mengalahkan segala sesuatu
Merelakan semua kemahalan pengorbanan

Pemuda adalah musa
Yang dengan tongkatnya meluluhlantakkan keangkuhan kebodohan
Yang dengan keberanian dan keimanannya membelah lautan merah
Yang dengan kekuatannya membunuh sang angkara
Yang dengan ketegasannya menciptakan sistim kepemimpinan
di tengah kaum yang terpecah belah

Pemuda adalah Isa
Yang dengan ketulusan kasih sayangnya mencairkan kebekuan hati
Yang dengan kelembutannya menumbuhkan kehidupan
Yang pengorbanan tanpa pamrihnya menyinari
kegelapan paradigma materialis
Yang kejernihan hatinya menguak segala rahasia kejahatan

Pemuda adalah Muhammad
Yang didirinya terhimpun segala potensi kebaikan
Yang kekuatan perjuangannya menghancurkan peradaban rendah
untuk kemudian
membangun ketinggian hakikat peradaban kemanusiaan
Yang kecintaan pada rabb-nya membuatnya tak peduli
apapun yang menimpanya
Yang ketinggian akhlaknya membuat hormat dan pujian dari seluruh alam
Yang kecintaan pada ummatnya membuatnya tak tenang istirahat
Yang kezuhudannya telah mengharamkan diri dan keluarganya
Dari obsesi gemilang materi
Yang ketinggian namanya selalu disebut sampai hari kiamat

Pemuda,
Dipundakmu lah tertumpu berjuta harapan
Di dirimu lah terkumpul potensi keutamaan
Di tanganmu lah terlatak penyelesaian permasalahan ummat
Di matamu sinar kan menguak kegelapan
Di perjuanganmu tergantung bangunan ketinggian
Peradaban kemanusia

Pemuda,
Raihlah ketinggian
Gapailah kemuliaan
Temukan hakikat kebahagian
Tegarkan dirimu menghadai badai
Tinggalkan semua kepalsuan dan kesemuan
Menembus batas birunya langit
Karena disanalah akan engkau temui
Rabb-mu yang maha tinggi

Pemuda Islam adalah Pemuda Harapan

copas from somewhere… (baca : lupa)

Tulisan Jadul : CHIO

Sabtu, 6 Desember 2008

Lagi-lagi terbesit pikiran untuk nulis, disaat banyak tugas, laporan praktikum menumpuk, persiapan presentasi tumpah ruah, dan persiapan tugas-tugas jangka panjang menanti. Aneh ya, kenapa selalu muncul disat seperti ini. Mana perut laper banget lagi, abis kena angin, jadi ngerasa enter wind (masuk angin maksudnya, hehe. Afwan yog, tak pinjem istilahnya antum, he).

Ok, ok, tapi mau nulis apa ya??? Sebenarnya masih bingung. Ini yang tak tulis juga cuma yang terbesit di hati. Hmm… oh iya, baru-baru ini saya baru aj baca sebuah buku sederhana buatan anak FLP Jogja yang gunain nama CHIO. Ga tau itu nama asli pa nama pena. Judulnya “Jangan Sadarin Cewek”. Sebuah buku yang menurutku kasar dari segi bahasa, dan dalem menancap disetiap yang baca, terutama para cewek. Pasti majleb-jleb-jleb, remuk, berdarah, dan pecah, hihihi kasihan. Tapi mungkin itu kenyataan…

Bukunya antitesa. Dia menyampaikan suatu maksud yang menurut saya mungkin ungkapan isi hati ikhwan-ikhwan hanif dengan pola pikir dan kata-kata cowok-cowok (maaf) brengsek. Afwan sebelumnya saya tidak ada maksud untuk mengklasifikasikan antara ikhwan dan cowok, kalimat sebelumnya hanya berupa penggambaran.

Walaupun ada beberapa topic yang terkesan “ketok rata” tapi overall cukup menggugah. Ya mungkin point-point yang “ketok rata” itu yang membuat saya berfikir kritis dalam melihat buku ini, dan menimbulkan sedikit rasa tidak setuju, di beberapa kata dan point. Tapi sekali lagi, overall ni buku menohok sekali (he, ga ding, hipos. Kalo buat sewek waras mungkin iya…). Tapi jujur, buku ini sempat membuat saya berkali-kali berucap istigfar. Masya Allah inikah fondasi pembangunan masa depan suatu negri, dimana wanita, ibu, dan umahat menjadi pusat pembelajaran pertama yang membangun sikap dan mental agent of change, para pemuda. Ya, keadaan sosok hawa di sebuah negri bernama Indonesia. Masya Allah, na’udzubillah min dzalik…

Yah… sepakat deh dengan CHIO, surga tu ditelapak kaki ibu, bukan di telapak kaki cewek. Apa bedanya!? Baca aja bukunya ndiri, biar lebih jelas. Tapi yang pasti, semoga ini hanya akan menjadi mimpi buruk yang akan tersadar ke dunia kenyataan yang penuh kebaikan. Everyone can change bro… at least, i hope so.